NAMA: DWI AGUS SETIAWAN_30814092
NAMA: DWI AJENG FIKASWARI_30814128
KELAS: 4.2 ES
7 PERUSAHAAN TERBESAR DI DUNIA YANG SEDANG TERPURUK SAAT INI
Dibidang ekonomi di Indonesia ternyata tidak berjalan searah dengan beberapa bisnis berskala besar, yang melibatkan investor asing. Beberapa perusahaan yang memiliki produk dikenal di tanah air, rontok satu per-satu. Alasannya tidak hanya satu, namun faktor kesulitan finansial menjadi anasir terkuat ambruknya bisnis berlabel internasional tersebut.
Berikut Perusahaan dengan investor asing yang saat ini sedang terpuruk antara lain:
![]() |
| Konosuke Matsushita |
solusi terbaik untuk seluruh kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik (APAC). Panasonic Asia Pasifik
memiliki 46 pabrik yang berperan sebagai penghubung utama dalam kegiatan produksi Panasonic secara global guna mendukung kebutuhan konsumen, dalam menyediakan beragam solusi komponen dan peralatan bisnis.
Di Asia pasifik, Panasonic muncul untuk pertama kalinya dengan mendirikan pabrik pertamanya di Thailand pada tahun 1961. Beberapa tahun berikutnya, operasi Panasonic di kawasan ini pun berkembang. Saat ini operasinya ada di 9 negara (termasuk Indonesia) dengan total 75 perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 82.000 orang dan mencapai total penjualan sebesar 9,457 juta US dolar untuk tahun fiscal 2005, atau sama dengan 26% dari total penjualan luar negeri Panasonic Coorporation.
Di Indonesia sendiri, Panasonic memiliki sejarah yang sangat panjang dan melekat di hati semua rakyat Indonesia. Dimulai dengan kehadiran radio’tjawang’ oleh Almarhum Drs. H. Thayeb Moh. Gobel pada tahun 54, TV pertama pada tahun 1962, hadirnya brand nationaldi tahun 1970, sampai pada akhirnya mengganti nama national dan menggunakan nama Panasonic di tahun 2004. Sampai saat ini panasonic di Indonesia tetap merupakan brand elektronik yang paling terkemuka dengan sederet produknya yang inovatif, mulai dari TV plasma, kamera, Ac, kulkas, mesin cuci, dan lain-lain.
Bos
Panasonic Gobel Indonesia, Rachmat Gobel mengakui salah satu pabriknya tutup
dan sejumlah karyawan di PHK. Salah satu alasannya adalah produk yang kalah
bersaing dengan produk impor China. Sekarang Panasonic sudah tidak bisa lagi
membuat karena memang produk itu tidak ada daya saing lagi, karena kita tidak
mampu menghadapi barang impor dari China.
"FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MELEMAHNYA PANASONIC DI INDONESIA"
Bos Panasonic Gobel Indonesia, Rachmat Gobel mengakui salah satu pabriknya tutup dan sejumlah karyawan di PHK. Salah satu alasannya adalah produk yang kalah bersaing dengan produk impor China. Pabrik yang ditutup adalah Panasonic Lighting Indonesia yang memproduksi bohlam lampu. Pabrik tersebut akan ditutup karena produknya tak lagi memiliki daya saing. "Dari informasi yang diterima, ada yang menyampaikan memang ada restrukturisasi," ujarnya saat ditemui dalam konferensi pers Realisasi Komitmen Investasi Januari 2016 di Gedung BKPM, Jakarta.
Dia menjelaskan, restrukturisasi perusahaan terpaksa dilakukan Panasonic karena kalah bersaing dengan produk elektronik dari China. Akhirnya, perusahaan tersebut berencana memproduksi barang elektronik jenis lain.
"Dari sisi kompetisi, produk mereka kalah dengan China, tapi bukan berarti mati. Mereka switch (pindah) ke produk lain," ia menerangkan.
Sepinya pasar dan penurunan daya beli dianggap sebagai faktor yang menyebabkan lesunya industri elektronik ini disamping melambatnya pasar global.
Menurut Said Iqbal PP Nomor 78 Tahun 2015 mengenai pengendalian upah terbukti menurunkan daya beli masyarakat karena buruh pabrik merupakan pasar utama dari industri padat modal, seperti industri otomotif dan sebagainya. Dengan adanya pengendalian upah, daya beli menjadi turun sehingga tingkat konsumsi masyarakat pun menjadi lemah.
Faktor lain yang disebut Said Iqbal adalah kegagalan paket kebijakan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla di tingkat implementasi karena justru banyak perusahaan yang tutup. Faktor ketiga, menurut Said Iqbal, adalah retorika paket kebijakan hanya untuk menyenangkan investor. Padahal, kenyataannya investor memilih wait and see untuk masuk ke Indonesia lantaran banyak yang hengkang.
![]() |
| Akio Morita dan Masaru Ibuka |
Pada
tahun 1946, Perang Dunia II baru saja usai. Di ruang bawah tanah bekas
department store, Akio Morita dan Masaru Ibuka mengerjakan tape recorder
pertama Jepang. Suaranya masih jelek, namun ia bekerja. Dan dari awalan yang
sederhana inilah, Sony terlahir. Selama 68 tahun berikutnya, Sony menjadi merek
konsumen nomor satu di dunia. Sony
didirikan pada 7 Mei 1946 dengan nama Perusahaan Telekomunikasi Tokyo dengan
sekitar 20 karyawan. Produk konsumen mereka yang pertama adalah sebuah penanak
nasi pada akhir 1940-an. Seiring dengan berkembangnya Sony sebagai perusahaan
internasional yang besar, ia membeli perusahaan lain yang mempunyai sejarah
yang lebih lama termasuk Columbia Records (perusahaan rekaman tertua yang masih
ada, didirikan pada tahun 1888). Nama “Sony” dipilih sebagai gabungan kata
Latin sonus, yang merupakan akar dari sonik dan bunyi, dan kata Inggris sonny
(“anak kecil”) yang setelah dikombinasikan berarti sekelompok kecil anak muda
yang memiliki energi dan kemauan keras terhadap kreasi dan inovasi ide yang tak
terbataskan. Dan pada 1958, perusahaan mulai secara formal mengadopsi nama
“Sony Corporation” sebagai nama perusahaan.
![]() |
| Lars Magnus Ericsson |
Ericsson
didirikan pada 1876 sebagai toko peralatan perbaikan telegram oleh Lars Magnus
Ericsson, ia dimasukkan pada Agustus 18, 1918. Ericson didirikan pada 1876
sebagai toko peralatan perbaikan telegram oleh Lars Magnus Ericsson, ia
dimasukkan pada Agustus 18, 1918.
Ericsson memiliki kantor dan
beroperasi di lebih dari 150 negara, dengan lebih dari 20.000 staf di Swedia,
dan juga di presences signifikan, misalnya, Cina, Inggris, Amerika Serikat,
Finlandia, Irlandia, dan Brasil. Pada awal abad 20, Ericsson mendominasi pasar
dunia untuk pertukaran telepon manual (manual telephone exchanges) tetapi
terlambat untuk memperkenalkan peralatan telepon otomatis.
Sony
Ericsson merupakan perusahaan patungan yang didirikan pada tanggal 1 Oktober
2001 oleh perusahaan elektronik Jepang Sony Corporation dan perusahaan
telekomunikasi Swedia Ericsson untuk memproduksi, Alasan lain untuk usaha ini
adalah untuk menggabungkan keahlian elektronik konsumen Sony Ericsson dengan
pengetahuan teknologi di sektor komunikasi. Pada saat itu dua perusaahan
tersebut telah menyelesaikan syarat-syarat penggabungan yang diumumkan pada
bulan april. Sony ericson memiliki tenaga kerja awal 3500 karyawan. Untuk
masalah produk, sony menciptakan ponsel pertamanya bersama Ericsson yang dirilis pada 2002. Ketika telah merger dengan Sony, maka ponsel ini diciptakan kembali dengan
desain sama dan diberi nama Sony Ericsson T68i. sebenarnya T68 ini bukan perangkat mobile baru karena
sebelumnya sudah dirilis oleh Ericsson pada tahun 2001.
Januari
2003 kedua perusaahan ini mengemukakan bahwa mereka akan lebih berkonsentrasi
memajukan sony ericsson. Sony Ericsson meliris beberapa model baru yang telah
memiliki kamera digital terintegrasi dan layar berwarna yang pada saat itu
merupakan sesuatu yang baru.P800 yang memilki kamera digital terintegrasi dan
berkarakter PDA berhasil dan sukses di pasaran. Dengan demikian, target
peraihan keuntungan pertama hingga 2003 telah tercapai.
"PERSAINGAN DAGANG"
Pada
pertengahan 2008 sony ericsson mengalami kemunduran karena banyak pesaing baru
seperti htc dan ponsel-ponsel cina lainnya. Dan tahun 2009 sony ericsson
memecat ribuan karyawan dan memindahkan markasnya ke atlanta. Atlanta dipilih
karena lokasinya dekat dengan AT & T Inc yang merupakan pelanggan terbesar
sony ericsson. Dan Sony memutuskan untuk berpisah dengan Ericsson di bisnis
ponsel. Namun setelah terpisah, Sony mengaku bisnisnya di ranah perangkat
mobile mengalami peningkatan. Pada bulan Februari tahun 2012, Sony-Ericsson
secara resmi mengumumkan bahwa brand-nya akan berganti menjadi Sony. Perusahaan
itu secara sah bercerai dari perusahaan rekanannya, Ericsson, pada bulan April
2012. Sony membeli sahamperusahaan asal Swedia itu dengan harga yang cukup
fantastis, US$ 1,03 milyar. Keputusan Sony mengambil alih bisnis patungannya
itu ternyata tak mengecewakan.Setelah dikuasai sepenuhnya oleh Sony, perusahaan
yang berganti nama menjadi Sony Mobile Communication (SMC). Meski sedang
dilanda kesulitan bisnis, pada ajang CES 2015 yang berlangsung di Las Vegas,
AS, Sony tetap memperkenalkan sejumlah gadget baru, termasuk TV super tipis dan
Walkman seharga belasan juta rupiah. Di ranah mobile
phone Sony menghadapi persaingan keras. Segmen bawah digerogoti
perangkat-perangkat murah besutan vendor Asia, sementara segmen atas dikuasai
Apple dan Samsung yang sulit dikejar.
"SEJARAH"
Toshiba adalah perusaahan jepang yang memproduksi dan memasarkan berbagai peralatan listrik dan produk elektronik yang canggih, yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang. Toshiba dinilai sebagai perusahaan no 7 dunia untuk produsen terintegrasi untuk peralatan listrik, elektronik dan sebagai pembuat chip. Toshiba semikondukter termasuk 20 besar pemimpin penjualan semikonduktor di dunia.
Toshiba dibentuk pada tahun 1939, merupakan hasil merger dari dua perusahaan. Tokyo Denki adalah perusahaan yang bergerak dibidang consumer goods dan perusahaan mesin Shibaura Seisakusho. Mengambil beberapa huruf di depan dari masing-masing perusahaan "TO" dan "SHIBA" maka lahirlah merk TOSHIBA. Pada tahun 1984 perusahaan itu resmi berubah menjadi Toshiba Corporation. Grup ini makin kuat melalui pertumbuhan internal dan melalui akuisisi perusahaan rekayasa alat berat dan industri primer pada 1940-an dan 1950-an. Kemudian pada 1970-an dan seterusnya, anak perusahaan mulai didirikan, yaitu : grup Toshiba Lighting & Teknologi (1989), Toshiba Carrier Corporation (1999), Toshiba Elevator & Building System Corp (2001), Toshiba Solutions Corp (2003), Toshiba Medical System Corp (2003), dan Toshiba Materials Co Ltd (2003).
Toshiba Corporation adalah salah satu perusahaan di versifikasi produsen dan pemasar produk digital, perangkat elektronik dan komponen, Toshiba mulai memasarkan notebook, PC dan PC server untuk rumah, kantor dan pengguna mobile. Toshiba Qosmio Notebook PC memimpin jalan dalam konvergensi komputasi dan kemampuan, menawarkan konsumen yang lengkap solusi hiburan pribadi. Sementara itu, seri "Tipis dan Ringan" membawa mobilitas tinggi dan daya tahun untuk notebook PC untuk penggunaan bisnis di era ini.
Berikut merupakan gambar laptop keluaran pertama Toshiba :
"MELEMAHNYA PERUSAHAAN TOSHIBA DI INDONESIA"
Penutupan
pabrik perusahaan Toshiba terjadi akibat melemahnya daya beli masyarakat.
Imbasnya, penjualan produk perusahaan ini turun drastis. Presiden Konfederasi
Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjelaskan, Toshiba lebih dulu
merumahkan ribuan pegawai di Cikarang, Bekasi. Toshiba mempunyai enam pabrik.
Namun, satu-persatu mulai angkat kaki dalam kurun 10 tahun terakhir.
Toshiba
hanya memiliki satu perusahaan yang bertahan setelah enam lainnya telah
ditutup. Yang ada hanya produksi printer Toshiba di Batam, tapi skalanya kecil.
Nah yang tutup ini adalah pabrik televisi Toshiba terbesar di Indonesia, selain
di Jepang,” kata Iqbal di Jakarta.
Orang biasa mengasosiasikan nama Sanyo
dengan pompa air listrik. Namun, apakah mereka mengetahui arti dari kata sanyo
tersebut?
Kata sanyo memiliki arti tiga samudera, yakni Pasifik,
Atlantik, dan Hindia. Kata sanyo (tiga samudera) dipilih sebagai nama
perusahaan karena istilah sanyo mengidentikkan sesuatu yang maha luas. Dan itu
tepat dengan filosofi manajemen perusahaan Sanyo Electric yang ingin berkembang
menjadi sebuah perusahaan besar kelas dunia.
Dalam filosofi manajemennya, Sanyo Electric memiliki komitmen sebagai produsen yang menyediakan segala kebutuhan hidup orang di seluruh dunia. Sanyo berupaya memberikan produk kualitas tinggi di setiap sudut penjuru dunia. Karena itu, istilah Sanyo dianggap paling cocok untuk menggambarkan filosofi manajemen tersebut.
Dari dasar keinginan tersebut, Sanyo berkembang menjadi perusahaan raksasa. Bermula dengan berdirinya Sanyo Electric Works pada 1947, di Osaka, Jepang. Tiga tahun kemudian, yakni pada 1950, perusahaan bernama Sanyo Electric pun berhasil didirikan.
Tiga produk pertama berhasil diluncurkan oleh Sanyo Electric pada awal 1950-an yakni lampu generator sepeda, radio plastik, dan mesin cuci. Kemudian jenis produk Sanyo Electric semakin beragam dan terbagi menjadi enam kategori, yaitu peralatan informasi dan komunikasi, alat kebutuhan rumah tangga, peralatan industri dan komersial, perlengkapan elektronik, baterai, dan kategori lain-lain.
Lebih dalam lagi, filosofi manajemen Sanyo terilhami oleh kata mutiara dari bahasa Jepang kaizen yang berarti konsisten dalam mencapai kemajuan yang lebih baik. Dengan filsafat kaizen plus semangat mewujudkan 'tiga samudera', pendiri Sanyo, Toshio Iue, mulai merintis langkah Sanyo sebagai perusahaan raksasa kelas dunia.
Awalnya pada 1947, di Osaka, Jepang, Toshio Iue hanya mendirikan workshop Sanyo yang memproduksi dinamo sepeda. Dengan cepat Toshio Iue berhasil menjadi market leader produk dinamo sepeda. Dan merasa belum puas dengan hasil tersebut, lelaki asal Jepang ini pun terus mengembangkan produk-produk keluaran Sanyo.
Tiga tahun kemudian, yakni pada 1950, perusahaan Sanyo Electric berhasil didirikan. Sanyo mulai meluncurkan produk lainnya berupa radio, televisi, mesin cuci, dan mesin ventilasi udara. Dan di awal tahun berdirinya, perusahaan Sanyo Electric telah berhasil melepaskan tiga produk barunya, yakni produk berupa lampu generator sepeda, radio plastik, dan mesin cuci.
Perlengkapan elektronik rumah tangga, mulai dari produk berupa radio plastik, diluncurkan Sanyo Electric pada 1952. Satu tahun kemudian, 'Tiga Samudera' itu mengeluarkan produk mesin cuci yang menggunakan metode pusaran air. Dan pada 1955 Sanyo memproduksi televisi secara besar-besaran.
Kini perusahaan Sanyo Electric telah berkembang menjadi perusahaan dunia yang cukup disegani. Tak hanya menyuplai sejumlah produk, Sanyo juga memberikan peluang ekonomi kepada penduduk di 26 negara dunia. Grup Sanyo kini memiliki sebanyak 83 perusahaan industri, 37 perusahaan penjualan, dan 38 perusahaan jenis lainnya.
Dalam filosofi manajemennya, Sanyo Electric memiliki komitmen sebagai produsen yang menyediakan segala kebutuhan hidup orang di seluruh dunia. Sanyo berupaya memberikan produk kualitas tinggi di setiap sudut penjuru dunia. Karena itu, istilah Sanyo dianggap paling cocok untuk menggambarkan filosofi manajemen tersebut.
Dari dasar keinginan tersebut, Sanyo berkembang menjadi perusahaan raksasa. Bermula dengan berdirinya Sanyo Electric Works pada 1947, di Osaka, Jepang. Tiga tahun kemudian, yakni pada 1950, perusahaan bernama Sanyo Electric pun berhasil didirikan.
Tiga produk pertama berhasil diluncurkan oleh Sanyo Electric pada awal 1950-an yakni lampu generator sepeda, radio plastik, dan mesin cuci. Kemudian jenis produk Sanyo Electric semakin beragam dan terbagi menjadi enam kategori, yaitu peralatan informasi dan komunikasi, alat kebutuhan rumah tangga, peralatan industri dan komersial, perlengkapan elektronik, baterai, dan kategori lain-lain.
Lebih dalam lagi, filosofi manajemen Sanyo terilhami oleh kata mutiara dari bahasa Jepang kaizen yang berarti konsisten dalam mencapai kemajuan yang lebih baik. Dengan filsafat kaizen plus semangat mewujudkan 'tiga samudera', pendiri Sanyo, Toshio Iue, mulai merintis langkah Sanyo sebagai perusahaan raksasa kelas dunia.
Awalnya pada 1947, di Osaka, Jepang, Toshio Iue hanya mendirikan workshop Sanyo yang memproduksi dinamo sepeda. Dengan cepat Toshio Iue berhasil menjadi market leader produk dinamo sepeda. Dan merasa belum puas dengan hasil tersebut, lelaki asal Jepang ini pun terus mengembangkan produk-produk keluaran Sanyo.
Tiga tahun kemudian, yakni pada 1950, perusahaan Sanyo Electric berhasil didirikan. Sanyo mulai meluncurkan produk lainnya berupa radio, televisi, mesin cuci, dan mesin ventilasi udara. Dan di awal tahun berdirinya, perusahaan Sanyo Electric telah berhasil melepaskan tiga produk barunya, yakni produk berupa lampu generator sepeda, radio plastik, dan mesin cuci.
Perlengkapan elektronik rumah tangga, mulai dari produk berupa radio plastik, diluncurkan Sanyo Electric pada 1952. Satu tahun kemudian, 'Tiga Samudera' itu mengeluarkan produk mesin cuci yang menggunakan metode pusaran air. Dan pada 1955 Sanyo memproduksi televisi secara besar-besaran.
Kini perusahaan Sanyo Electric telah berkembang menjadi perusahaan dunia yang cukup disegani. Tak hanya menyuplai sejumlah produk, Sanyo juga memberikan peluang ekonomi kepada penduduk di 26 negara dunia. Grup Sanyo kini memiliki sebanyak 83 perusahaan industri, 37 perusahaan penjualan, dan 38 perusahaan jenis lainnya.
Industri/jasa
|
|
Didirikan
|
|
Kantor pusat
|
|
Tokoh penting
|
|
Produk
|
|
Pendapatan
|
|
Karyawan
|
|
Situs web
|
|
"PERUSAHAAN SANYO DI INDONESIA"
PT.
Sanyo Jaya Components Indonesia berdiri sejak 1989. perusahaan ini didirikan
oleh Mr. Toshio IUE. Nama Sanyo sendiri dalam bahasa jepang mengandung arti
"Tiga Lautan", yaitu Lautan Pasifik, Atlantik, dan Hindia. Nama ini
dipilih sesuai dengan cita-cita pendirinya yang ingin agar produknya terjual di
seluruh dunia melalui tiga lautan tersebut. Dengan didukung oleh 2 pabrik,
perusahaan ini memproduksi komponen-komponen dari system, antara lain : Fly
Back Transformer (FBT), Video Head dan Tuner. Sekarang telah dibentuk divisi
komponen.
Pada
tahun 1989 FBT mulai diproduksi dan merupakan komponen pertama yang diproduksi.
Fly Back Transformer (FBT) adalah komponen yang terdapat di dalam pesawat
telivisi dan monitor yang berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi sebesar
20-30 KV. Selanjutunnya PT. Sanyo Jaya Component Indonesia mulai
memproduksi Tuner, yaitu komponen yang berfungsi menerima sinyal dari stasiun
pemancar televisi yang secara otomatis merubah sistem tersebut ke bentuk sinyal
gelombanfg menengah. Komponen ini digunakan pesawat televisi dan video VTR
(video tape recorder).
Pada
tahun 1991 PT Sanyo Jaya Component Indonesia mulai memproduksi Video Head yang
merupakan komponen vital dalam sistem VTR yang berfungsi mengubah sinyal
magnetik listrik dari pita ke VTR selama rekaman , playback dan penghapusan.
Kini PT. Sanyo Jaya Component Indonesia meiliki 2 divisi, yaitu : Divisi Component
dan Divisi VTR, dengan tambahan satu pabrik untuk Divisi VTR yang pada mulanya
dilakukan dengan meminjam gedung milik Divisi Component serta menggunakan
pabrik yang kini menjadi werehouse atau gudang. Pada tanggal 1 september 1991,
Divisi VTR telah mampu memproduksi Video Set. produksi pertama. Pada
produksi pertama ini Divisi VTR hanya menggunakan 2 line produksi yaitu
Mechanic Line dan Final Line. Di sini hanya merakit Video Set, sedangkan
komponen-komponen lain seperti PCB, Clyinder dan lainnya masih diimpor dari
jepang. Perpindahan VTR dari gedung lama ( kini werehouse A ) dilakukan pada
tanggal 5 maret 1992. Baru pada tanggal 14 oktober 1992 pabrik Divisi VTR
gedung baru diresmikan oleh Menteri Bapak Ir. Hartanto.
PT. Sanyo Jaya Component Inonesia Divisi VTR telah
memproduksi VTR untuk kaset Video VHS dan perusahan dengan penambahan
mesin-mesin penunjang dalam pembuatan Clyinder dan perakitan PWB ( Printed
Wiring Board ). Dengan demikian semua bagian dari VTR ini dibuat oleh PT Sanyo
Jaya Component Indonesia, yang saat ini Divisi VTR melakukan perluasan gedung
dan juga penambahan Line produksi untukbVTR mechanisme yaitu model terbaru.
Sejak awal produksi,PT Sanyo Jaya Component Indonesia telah memproduksi hampir
2 juta unit video dengan lebih 150 macam model dengan rata-rata produksi adalah
sekitar 6.750 unit per-hari (target pada bulan oktober 1994).
Pada bulan Oktober 2000 PT Sanyo Jaya Component Indonesia memulai proses
produksi Digital Still Camera, dan nama VTR Division berganti menjadi DSC Division
sesuai dengan bergantinya jenis produksi tersebut. Dan pada bulan berikutnya
November 2000 Time Lapse atau TLS yaitu jenis video recorder yang dapat merekam
materi rekaman dalam jumlah banyak dan biasa digunakan dalam sistem keamanan
mulai diproses. Lalu pada bulan Juni 2002, berdasar pada kebijakan Sanyo pusat
jepang, bahwa tidak bisa diberikan nama Divisi dengan nama hasil produksi dan
nama DSC Division pun diganti dengan nama VIS Division (Video System Division).Sejalan dengan peningkatan kebutuhan akan DSC diseluruh dunia peningkatan produksi pun lebih ditingkatkan, sehingga untuk lebih memaksimalkan efefktifitas kerja maka diberlakukan pula metode proses kerja baru yaitu System Cell Line, menggantikan sistem sebelumnya yang lebih mengarah ke metode hirarki paralel yaitu system "I" Line. Dengan sistem kontrol material produksi yang sangat terencana atau MRP (Material Reqruitment Planning-Juli 2003) permasalahan yang sering terjadi pada faktor dapat jauh ditekan. Pada Juli 2004, VIS Division berganti nama menjadi DISI Division dengan produknya camera DSC, CDROM disk dan CCTV (Close Circuit Television). Saat ini PT Sanyo Jaya Component Indonesia DISI Division hanya memproduksi kamera digital.
PT Sanyo Jaya Compnent Indonesia Divisi DISI merupakan salah satu perusahaan besar yang bergerak dalam bidang pembuatan kamera digital yang mana terdiri dari beberapa departement yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda. Dengan memiliki target produksi yang sudah ditetapkan.
![]() |
| Tokuji Hayakawa |
Tokuji Hayakawa mengatakan bahwa Ada banyak kerja keras yang terlibat dalam proses pengembangan produk ke pasar. Jika produk sukses, perusahaan lain akan keluar dengan produk sejenis. Mereka mengatakan Jepang pandai meniru, meskipun beberapa orang mengkritik ini dari sudut pandang etika bisnis. Namun, apa yang ia katakan kepada divisi perusahaanya adalah "membuat produk yang orang lain ingin meniru." Produk yang bisa ditiru adalah produk yang baik yang diinginkan konsumen, produk yang menjual. Oleh karena itu, jika selalu mencoba untuk keluar dengan produk yang unggul maka pesaing akan meniru, dan perusahaan akan terus tumbuh. Imitasi menimbulkan persaingan, meningkatkan tingkat teknologi, dan mengarah kepada kemajuan dalam masyarakat. Namun, perusahaan yang berasal produk selalu dikejar, sehingga harus memikirkan produk berikutnya dan melanjutkan penelitian. Dan perusahaan tidak bisa berpuas diri dan puas dengan hanya satu produk yang baik. Hal ini tidak bisa berpuas diri hanya karena itu adalah penemu atau penggagas produk. Perusahaan harus melakukan penelitian untuk menjadikan produk yang lebih baik, karena orang yang memperoleh hasil maksimal dari produk yang mereka kembangkan.
Tokuji Hayakawa juga aktif dalam program-program
kesejahteraan sosial. Dia meninggal pada tahun 1981 pada usia 86. Sejak itu
Sharp Corporation terus berkembang menjadi salah satu perusahaan elektronik
terdepan di dunia. Sharp memproduksi beragam produk elektronik konsumen.
Termasuk televisi LCD dengan nama merek Aquos, telepon selular, oven microwave,
Home Cinema dan sistem audio, Penjernih Udara, penyejuk udara, mesin facsimile
dan kalkulator.
![]() | ||||
| pabrik SHARP |
"Dua Pabrik Elektronik Asal Jepang Tutup, Sharp Justru Optimistis DI Indonesia"
Dua perusahaan raksasa elektronik asal Jepang yakni Panasonic dan Toshiba menutup pabriknya di Indonesia awal tahun ini. Kondisi ini justru membuat PT SHARP Electronic Indonesia (SEID) semakin optimistis untuk tetap bertahan dan berkembang di Tanah Air."Kami sangat optimis. Tahun 2013 hingga 2015 kondisi ekonomi juga tidak begitu baik. Nilai tukar Rupiah juga tidak stabil dan Upah Minimum juga naik,"ujar President Director PT SHARP Electronics Indonesia (SEID), Fumihiro Irie di Jakarta, Rabu (3/2/2016).
Dia mengungkapkan, Sharp menjadikan apa yang terjadi di masa 2013 hingga 2015 sebagai pembelajaran untuk menentukan langkah ke depan. "Kami sudah banyak belajar untuk bertahan disini dan ke depan kami juga akan bertahan," ucap Irie.
Di kesempatan yang sama, General Manager Product Planning Division SEID, Herdiana Anita Pisceria mengamini apa yang disampaikan Irie. "Kita bisa mengisi market (akibat ditutupnya dua produsen besar Jepang) tersebut,"ujarnya dengan optimistis.
Herdiana menjabarkan, pihaknya memiliki empat strategi dasar untuk memasuki pasar. Mulai dari perbaikan penjualan, produksi produk baru setiap tahun, layanan dealer diperkuat dan memberikan rasa aman kepada pelanggan.
"Dengan perkuat empat strategi ini, produk apapun bisa masuk," katanya.
Hal ini bukan hanya sebagai omong kosong belaka, pasalnya, Sharp justru meluncurkan TV baru dengan menyasar segmen premium. "Pasar ini di Indonesia masih tumbuh. Kita akan ke tempat-tempat tertentu sebagai teknik pemasarannya dan juga mendukung klu-klub premium," terang Herdiana.
Wanita berperawakan mungil itu menjabarkan, kondisi ekonomi Indonesia yang cukup sulit, justru pasar Sharp masih menjanjikan. Tahun 2015, performa penjulaan unit LED TV mampu mencapai angka 116,9% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan market share sekitar 14%. Bahkan, pasar Ultra-High Definition (UHD) LED TV menembus angka 542,6%.
Selain itu, perusahaan berbasis di Jepang ini juga menekankan bahwa , Sharp tidak akan melakukan aksi PHK meski kondisi ekonomi Indonesia belum stabil. "Tahun kemarin tidak ada PHK, begitu juga di tahun ini," tegas Herdiana.
![]() | |
|
Asal
Usul Motorola berawal pada tahun 1928, ketika Paul Galvin memulai usaha kecil
yang membuat produk-produk elektronik dan komponennya.
Perusahaan tersebut tumbuh dengan pesat pada tahun 1940-an ketika untuk pertama kalinya mulai membuat radio mobil dan kemudian televisi.
Pada tahun 1947, Galvin menamai ulang perusahaannya Motorola sesuai dengan nama mereka yang digunakan oleh radio mobilnya.
Perusahaan tersebut tumbuh dengan pesat pada tahun 1940-an ketika untuk pertama kalinya mulai membuat radio mobil dan kemudian televisi.
Pada tahun 1947, Galvin menamai ulang perusahaannya Motorola sesuai dengan nama mereka yang digunakan oleh radio mobilnya.
![]() |
| Robert and Paul Galvin |
Dengan
berlalunya waktu, dan di bawah kepemimpinan Robert Galvin, anak dari pendiri
perusahaan, Motorola memperluas usahanya pada berbagai ragam bidang produk dan
pada tahun 1980 telah menjadi salah satu perusahaan elektronik terbesar dan
paling berhasil di dunia.
Pada awal tahun 1990, dengan sebuah tim kepemimpinan yang baru di puncaknya Motorola merupakan pemimpin dalam pasar semikonduktor, komunikasi data, dan teknologi telepon seluler.
Perusahan tersebut juga dikenal karena kualitasnya, dengan memenangkan Malcolm Baldrige U.S. National Quality Award yang pertama pada tahun 1988.
namun pada pertengahan tahun 1990, Motorola mengalami penurunan yang tampaknya sulit untuk diubah.
Serangkaian kesalahan manajerial, rencana yang kurang matang, dan nasib buruk telah membuat perusahan mengalami kerugian besar – perusahaan kehilangan keunggulannya di pasar, kehilangan kontak dengan konsumennya, dan mendapat masalah sebagai akibat produk dan kualitas pelayanannya yang buruk.
Untuk satu hal, Motorola jauh ketinggalan dalam teknologi telepon digital dan terpaksa melepaskan kedudukannya sebagai pemimpin pasar kepada Grup Nokia dari Finlandia.
Pasar semikonduktor juga bergeser, menyebabkan bisnis semikonduktor Motorola berada di posisi yang lemah dalam teknologi baru dan area-area pertumbuhan baru yang potensial.
Lebih lanjut, karena sekitar 24 persen bisnis perusahaan tersbeut berada di Asia, krisis moneter yang melanda benua tersebut juga menghantam Motorola dengan keras.
Ditambah lagi, sistem satelit komunikasi iridium senilai $6 miliar yang diciptakan, didanai, dan dibantu pembangunannya oleh perusahaan, tidak berhasil menepati tanggal peluncurannya, gagal menarik pelanggan, dan pada akhirnya harus dinyatakan bangkrut.
Pada tahun 1997, akhirnya dewan Motorola merasa mereka telah mengalami cukup banyak masalah.
Mereka memecat CEO perusahaan dan menempatkan Christopher Galvin, cucu dari pendiri perusahaan, pada posisi puncak.
Sementara itu, Galvin tahu bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang sangat bruruk, tetapi ia sendiri tidak merasa yakin dari mana ia harus memulai untuk membangun kembali perusahaan.
Pada akhir tahun 1997 dan awal tahun 1998, perusahaan benar-benar telah mencapai titik dasar dan para analis menghapus nama perusahaan dari pasar bursa dan orang mulai bertanya-tanya apakah Galvin memiliki keterampilan manajerial yang sama dengan ayah dan kakeknya.
Namun, pada saat itu Galvin telah mengetahui apa yang harus dilakukan dan menyiapkan dirinya sendiri dan manajer-manajer puncak lainnya untuk menerima kenyataan pahit yang mereka hadapi.
Dalam periode beberapa bulan, Galvin memfokuskan ulang bisnis perusahaan pada kekuatan intinya, menjual sejumlah operasi yang tidak berkinerja baik dan operasi sampingan.
Dia juga memperbarui komitmen Motorola pada inovasi dan pengembangan produk baru dan membuat pemasaran menjadi prioritas utama melebihi sebelumnya sepanjang sejarah perusahaan.
Sebagai bagian dari perubahan ini, Galvin juga mengubah pengorganisasian perusahaan, menghilangkan perseteruan di dalam manajemen dan dominasi kelompok yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Galvin juga berperan sebagai sumber inspirasi, memotori karyawan di balik usaha revitalisasi perusahaan, dan memberi semangat kepada mereka untuk mengembangkan ide-ide baru yang berani serta untuk berpikir dengan cara-cara yang tidak konvensional.
Akan tetapi, ia juga terpaksa membuat suatu keputusan berat ketika pada suatu saat ia harus memberhentikan 15.000 orang karyawan.
Dan hasilnya?
Motorola telah bangkit dan sekali lagi menjadi yang terdepan dalam industrinya.
Sebagai contoh, kualitas sekali lagi menjadi kata kunci di Motorola, para analis mempromosikan saham-saham Motorola dan produk-produk perusahaan menjadi pemimpin pasar lagi.
Akan tetapi Galvin belum selesai.
Ia sendiri berkata, “Ini semua merupakan suatu perjalanan, bukan tujuan”.
Dia merencanakan terus memperbarui dan mengembangkan perusahan untuk membuatnya semakin efektif.
Dia memiliki visi besar mengenai masa depan, visi yang diisi dengan produk-produk, teknologi dan pelayanan baru yang menakjubkan.
Dan Galvin melihat nama “Motorola’ menghasi lanskap teknologi masa depan.
Namun Di Indonesia , dan mungkin Di Negara Lain,,
Pasar Elektronik khususnya Hp,,
Motorola Masih menjadi sebuah Merek yang diperhitungkan dalam masalah Fitur dan Gaya..
![]() |
| George Eastman |
Lahir: 12 Juli 1854, Waterville, New York, Amerika
Meninggal: 14 Maret 1932, Rochester, New York, Amerika
Pendidikan: University
of Rochester
Saudara Kandung: Katie Eastman, Ellen Maria
Orang Tua: George Washington Eastman, Maria Kilbourn
Namun naas, saat ini Kodak harus berjuang ditengah kejamnya
era digital dan buruknya kinerja karena produk roll fim dan kamera analognya
sudah tak laku di pasaran dunia. Sejauh ini Kodak sudah merumahkan 47.000
karyawan dan menutup 13 pabrik sejak 2003. Dengan ini, Kodak benar-benar telah
mengakhiri kejayaan dan eksistensinya dalam dunia fotografi. Perintis industri
fotografi legendaris yang berbasis di Rochester, New York, AS, Eastman Kodak
akhirnya secara resmi mendaftarkan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada
Kamis (19/01/15) di Negara tempat berdirinya perusahaan ini. Perusahaan pembuat
kamera fenomenal asal Negeri Paman Sam yang sudah berusia lebih dari satu abad
ini mengalami kebangkrutan sekaligus meninggalkan hutang sebesar lebih dari 6
Milyar Dollar AS.
Peristiwa bangkrutnya
perusahaan fotografi ternama ini membuktikan pada dunia bahwa era digitalisasi
sangatlah kejam. Sampai-sampai produsen ternama sekelas Kodak pun akhirnya
dipaksa "gulung tikar" karena tuntutan zaman yang saat ini menuntut
semua hal serba cepat, mudah, instan, namun berkualitas baik. Agaknya benar
kutipan pepatah yang mengatakan bahwa di dunia tidak ada yang abadi, termasuk
dalam dunia fotografi. Yang abadi dan dapat bertahan hingga kiamat hanyalah
karya foto, nama fotografer, dan makna pesan yang terkandung dalam foto
tersebut.
Pada akhirnya kodak
melakukan sebuah tindakan dimana dia mencoba bangkit dengan bekerja sama antara
Kodak dengan Build Group perusahaan perakitan smartphone. Setelah akhir tahun
2014 kodak mengumumkan proyek pembuatan smartphone androidnya. Kini produsen kamera
asal Amerika ini memperkenalkan kepada publik produk smartphone pertamanya, di
event ajang Consumer Electronics Show (CES) 2015 di Las Vegas , Amerika
Serikat.
Kodak menamai smartphonenya
Kodak IM5, memakai OS android, sebagaimana competitor lainnya. Sementara untuk
desain awal dari Kodak, sedangkan untuk manufaktur semua dipasrahkan kepada
Build Group.
![]() |
| Smartphone keluaran Kodak (Kodak IM5) |
Hingga akhirnya muncul
sebuah gadget baru dengan desain fisik yang cukup menarik perhatian. Desain
fisik yang ramping , balutan cashing terbuat dari material metal tipis,
berwarna hitam solid serta nampak pada bagian belakang letak kamera berada di
sisi pojok kiri atas, di bawahnya terdapat lampu flash bikinan rekanan Kodak.
Dengan keunggulan dari Kodak itu sendiri smartphone tersebut memiliki fungsi dasar
seperti mengedit foto, berbagi ke media sosial dan mencetak foto langsung ke
mesin pencetak (printer). Smartphone Kodak IM5 menjalankan sistem operasi
android 4.4.2 KitKat. Dan pihak Kodak pun berjanji akan memberikan upgrade ke
android 5.0 Lollipop 2016 ini.


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar